LAPAS PEREMPUAN PADANG| Membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi warga binaan terus menjadi komitmen Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Padang. Melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Lapas Perempuan Padang menggelar pelatihan Tailor Made Training bertajuk “Pembuatan Adonan yang Mengandung Ragi dan Non Ragi” sebagai langkah nyata membangun keterampilan, kreativitas, dan kemandirian warga binaan.
Kegiatan pembukaan pelatihan tersebut dihadiri Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, beserta jajaran, serta perwakilan BPVP Padang, Yanri, S.Pd., M.Kom., selaku Subkoordinator Bidang Pengukuran Peningkatan Produktivitas dan Pemantauan Pelatihan Vokasi. Sejumlah warga binaan turut mengikuti program pelatihan yang dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.
Pelatihan ini tidak sekadar menjadi sarana mengisi waktu selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga merupakan investasi keterampilan bagi warga binaan untuk menata kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan dibekali pengetahuan mengenai karakteristik bahan, teknik pengolahan, serta proses pembuatan adonan yang menggunakan ragi maupun tanpa ragi. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan di bidang kuliner, mulai dari pembuatan berbagai produk olahan hingga merintis usaha secara mandiri.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, melalui program pembinaan kemandirian ini terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang produktif, sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menggali potensi diri dan meningkatkan kemampuan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa mendatang.
Sinergi bersama BPVP Padang juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pembinaan melalui pelatihan vokasi yang terarah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses warga binaan terhadap pengetahuan dan keterampilan yang memiliki nilai guna serta potensi ekonomi.
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini membawa harapan agar setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah, berkembang, dan membangun masa depan dengan kemampuan yang dimilikinya. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk memperoleh pekerjaan, membuka usaha, serta meningkatkan kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai pihak, Lapas Perempuan Kelas IIB Padang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih terampil, percaya diri, dan produktif.
Dengan keterampilan, tumbuh harapan. Dengan kemandirian, terbuka kesempatan untuk menata masa depan yang lebih baik.
ANDRI

0 Komentar