Right Button

test banner Selamat Datang di Website Resmi Portal Berita Online MINTO POST

Komitmen Kepung Istana Sejumlah Elemen Minta Erick Tohir, Dirut dan Komut Mundur


Pernyataan resmi para aktivis nasional terkait tragedi Plumpang disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Jambrut Inn Jakarta Pusat, Senin (6/3/2023).

Jakarta | mintopost.com - Gabungan elemen Aktivis Pemuda Nasional desak Presiden Jokowi segera mencopot menteri BUMN, Dirut Pertamina dan Komut Pertamina.

Tuntutan para akitivis ini adalah buntut dari tragedi plumpang yang menjadi tanggung jawab dari kementerian BUMN dan Pertamina.

Pernyataan resmi para aktivis nasional disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Jambrut Inn Jakarta Pusat, Senin (6/3/2023).

Hadir dalam konferensi pers para korlap aksi dari DPP Langkah Juang Rakyat (LAJUR) Martua Nainggolan, Aliansi Masyarakat Untuk Nawacita (ALMAUN) M. Rofiq Alamsyah, Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Risman Hasibun serta PP Islam Nusantara, Mari dan Hotma Siregar, Lembaga Informasi Publik (LIM) dan koordinator Konferensi Pers Sandri Rumanama serta beberapa elemen pemuda lainnya.

Para Ketua Umum bersepakat akan melakukan aksi dengan volume masa ratusan bahkan ribuan untuk aksi simpati dan meminta presiden mencopot Menteri BUMN & Memecat Dirut dan Komut Pertamina. 

M. Rafik Almasnyah Relawan  Jokowi yang ikut dalam konferensi persiapan mengatakan bahwa ini ada proses pembiaran karena kejadian meledaknya depo pertamina sudah beberapa kali terjadi. 

" Di jepang kalau kejadian kayak gini pejabatnya langsung mundur bdi Indonesia mereka malah mencari pembenaran," ucap dia.

Selain Rofiq Lisman Hasibun dari Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) jangan hanya respon cepat kasus seperti kanjuruhan, dan pemukulan anak pengurus GP Ansor ini juga puluhan nyawa yang hilang harus ada sikap pencopotan segera dari presiden," tutur Lisman.

Di tempat yang sama Martua Nainggolan Ketua Umum Langkah Juang Rakyat (LAJUR) mengatakan bahwa mereka akan mengawal kasus ini sampai tuntas ke akar-akarnya. 

" Kami berkomitmen mengawal aspirasi simpati ini sampai tuntas ke akar akarnya," tegas Nainggolan.

Koordinator Konferensi Pers Sandri Rumanama, mengatakan bahwa semangat ini murni sebagai bentuk respectasi bersama organisasi yang terhimpun dalam aksi simpati atas nama kemanusian ini. 

"Ini aksi kemanusian, masih bagian dari respectasi kami terhadap korban yang meninggal dunia, yang luka luka maupun ribuan orang yang mengungsi," ucapnya.



(MK)

Posting Komentar

0 Komentar